Monday, May 18, 2015

Beautiful North Celebes Part 3 - Danau Linow, Danau Tondano, Bukit Kasih dan Bunaken

Finally third part of my journey in North Celebes ^^
Edisi ke 3 perjalanan di Sulawesi Utara ini saya isi dengan perjalanan saya ke tempat wisata di Sulawesi Utara. Sudah sangat- sangat lama memang dari kepulangan saya ke Depok dan selama itu pula saya vakum nge-blog. tapi setelah melihat kembali blog ini saya jadi ingin melanjutkannya lagi ^^.
2 minggu sebelum saya kembali ke Depok, saya dan suami berkesempatan untuk jalan -jalan di beberapa tempat wisata di sana. Saya sendiri memilih untuk ke Danau Linow di Tomohon kemudian ditambah ke Danau Tondano dan Bukit Kasih oleh teman - teman SPFI. Sebelumnya saya tidak terbayang bagaimana perjalanan kesana sampai akhirnya saya bisa ambil kesimpulan jika ingin kesana sebaiknya menyiapkan fisik terlebih dahulu (terutama obat anti mabuk) karena selama perjalanan saya melewati jalan pegunungan yang lumayan meliuk - liuk dan naik turun. Pukul 07.30 saya dan suami sudah siap berangkat, kemudian masih mampir di beberapa rumah untuk menjemput teman - teman yang lain dan 1 jam kemudian kami sudah melesat menuju tujuan pertama kami, Danau Linow.

Danau Linow terletak di Kelurahan Lahendong Kecamatan Tomohon Selatan Kota Tohomon Sulawesi Utara, menempuh waktu 1,5 jam perjalanan dari Kota Bitung dan 1 jam dari Kota Manado. Danau Linow terletak sekitar 3 menit perjalanan dari jalan utama, terletak di sebelah kiri jalan  dan mempunyai papan penanda yang digantungkan di sisi kanan jalan. Tiket masuk ke Danau Linow sebesar Rp 25.000,- per orang, sudah termasuk biaya parkir kendaraan dan voucher yang bisa ditukar dengan teh / kopi di cafe yang terdapat di tepi Danau Linow. Aroma khas belerang langsung terasa saat memasuki area danau, dan karena kandungan beleranglah yang membuat gradasi warna dari Danau Linow. Danau Linow terkenal sebagai danau vulkanik yang mempunyai tiga warna yang sering berubah - ubah tergantung darimana dan kapan kita melihatnya. Waktu terbaik untuk menikmati keindahan danau dan keasrian suasana pegunungan di Danau Linow adalah pagi dan sore hari. Di Danau Linow sudah dilengkapi dengan toilet yang bersih dan juga gratis yang terletak di seberang pintu masuk cafe. Saya sangat menikmati waktu disana karena suasana yang sangat nyaman dan tenang juga pemandangan yang sangat jarang saya temui, rumput - rumput disana seperti permadani diselingi dengan pohon - pohon pinus.
saya, suami, dan teman-teman SPFI

tiket masuk sekaligus voucher minuman
danau linow dari bukit
danau linow

danau linow

danau linow
mari minum ^^

Setelah dari Danau Linow kami melanjutkan perjalanan ke Danau Tondano untuk makan siang. Danau Tondano merupakan danau terluas di Sulawesi Utara, terletak tak jauh dari Danau Linow. Perjalanan kami kembali melewati jalanan berbukit dan berkelok - kelok, kami dilewatkan jalan pintas mengikuti pipa - pipa raksasa  PLTA dan melewati kompleks IPDN Sulawesi Utara. Di Danau Tondano kami menyempatkan diri untuk makan siang, banyak sekali rumah makan yang terdapat di pinggiran Danau Tondano. Mungkin karena saat itu hari minggu banyak tempat makan yang masih tutup, selang beberapa waktu akhirnya kami makan siang di Resort & Restaurant Tumou Tou, menurut saya tempat ini recommended sebagai tempat makan dan istirahat setelah perjalanan jauh.Tempatnya sangat lega-ada ruangan tertutup dan ruangan besar terbuka yang menghadap ke danau, dan ikan-ikan yang dimasak pun masih segar ditangkap langsung dari keramba yang terdapat di dalam restoran.

Selepas dari Danau Tondano perjalan kami lanjutkan ke Bukit Kasih, saya agak bingung dengan penyebutannya. Beberapa teman-teman 1 rombongan ada yang menyebut Bukit Do'a dan yang lainnya menyebut Bukit Kasih. Dinamakan Bukit Kasih karena tempat ini menjadi tempat dimana semua penganut dari berbagai agama bisa berkumpul dan beribadah dengan penuh kedamaian. Bukit Kasih terletak di Desa Kanonang di Kawangkoan, sekitar 55 kilometer dari Manado, dalam perjalanan saya melihat banyak sekali di samping jalan orang membuka kios bunga.
Ditempat ini yang saya rasakan adalah hangat walaupun diperbukitan karena gas panas yang keluar dari rekahan-rekahan tanah, bau belerang seringkali tercium. Disini pengunjung dapat menikmati nyamannya terapi dengan air panas alami sambil menikmati jagung bakar/rebus, menapaki tangga yang tak terhitung jumlahnya yang mengular sampai puncak bukit sembari menikmati eksotisnya kawah belerang dibawahnya. Di komplek Bukit Kasih terdapat monumen perdamaian  yang melambangkan perdamaian antar umat beragama yang diakui di Indonesia, terdapat juga ukiran wajah Toar dan Lumimuut di tebing yang dipercaya sebagai nenek moyang suku minahasa. Saya dan rombongan tak lama berada dsitu karena memang sudah menjelang malam dan kondisi fisik saya sudah drop setelah 'jackpot' 3 kali selama perjalanan.
monumen perdamaian

kawah bukit kasih
kawah bukit kasih

toar & lumimuut
1000 tangga


Seminggu berikutnya adalah perjalanan terakhir kami sebelum esok harinya pulang ke Depok, dengan rombongan yang lebih besar kami menuju ke icon wisata Manado, Bunaken.Seperti minggu sebelumnya pukul 07.30 WITA kami berangkat dari Wisma Pelaut untuk menjemput anggota rombongan yang lain, setelah lengkap kami menuju ke pelabuhan Marina Plaza dan saat tiba disana saya terkesima dengan bening air lautnya walaupun ada beberapa sampah yang mengapung tapi saya bisa melihat dasar laut di pelabuhan.Setelah menunggu beberapa lama kapal yang akan kami tumpangi tiba di dermaga. 
 
dermaga marina

Kapal yang digunakan adalah speed boat dengan kapasitas 20 orang, di dalam kapal terdapat 2 kaca besar untuk melihat ke bawah lautan. Perjalanan dari Manado ke Bunaken berkisar 45 - 60 menit. Selama perjalanan kami habiskan dengan foto-foto, makan, dan bermain di anjungan kapal. Sesaat sebelum kami berlabuh di dermaga Bunaken, kami mendapat kesempatan untuk melihat dasar laut melalui kaca yang tersedia di dalam kapal dan waaww,,,cantik dengan terumbu karang dan ikan yang masih cukup terjaga.
Saat sampai di Bunaken kondisi laut sudah mulai surut dan terpaksa kami berjalan agak jauh menuju ke pulau Bunaken (lebih baik berangkat pagi dan kondisi air laut masih tinggi). Sesampainya di Bunaken kami langsung menuju tempat persewaan peralatan snorkling. Di Bunaken banyak yang menyewakan peralatan snorkling, selam, juga kamera underwater. Untuk harga biasanya mereka sudah memberikan papan harga dan rata-rata harga tiap tempat sewa sama satu dengan yang lainnya. Setelah semua rombongan siap kami menuju kembali ke kapal untuk berangkat ke spot snorkling. Sayangnya kemarin kami lupa untuk menyewa kamera underwater :( . Kami sangat terbantu karena tour guide kami adalah karyawan SPFI yang juga warga asli Bunaken, jadi beliau sudah tahu spot mana yang cantik dan masih terjaga.
kaca bawah air

Perjalanan menuju spot snorkling sekitar 10 menit, satu per satu dari kami mulai masuk ke laut. Rasa takut yang saya rasakan terkalahkan dengan keinginan melihat keindahan dasar laut Bunaken. Dan memang indah. Spot snorkling kami terdiri dari susunan terumbu karang horizontal di dasar yang melandai dan vertikal di tepi palung pulau. Saya beberapa kali benerang di tepi palung untuk mencoba sedikit diving tapi apa daya ternyata napas keburu habis dan peralatanpun tak memadai. Selama 2 jam kami melakukan snorkling menyusuri laut, melihat keindahan ikan dan terumbu karang disana. Capek, tapi menyenangkan dan benar-benar pengalaman tak terlupakan. Sebelum pulang ke Manado para perempuan disibukkan dengan belanja oleh-oleh. Di Bunaken sendiri banyak ditemukan kios cinderamata mulai dari kaos, aksesoris, gantungan kunci, hiasan rumah, dll. Untuk berbelanja di Bunaken jangan ragu untuk menawar jika memang dirasa harganya terlalu tinggi.
Perjalanan pulang kami diiringi dengan senja, hangat dan kilauan air laut terlihat sangat indah. Sesampainya di Manado kami menuju ke daerah Malalayang untuk makan malam, disana terdapat banyak sekali tempat makan tepi pantai mulai dari cafe nongkrong hingga rumah makan megah. Jalan Malalayang sendiri nantinya akan menyambung dengan jalan trans Sulawesi yang menghubungan propinsi Sulawesi Utara dengan proponsi lainnya dan tentu saja cukup ramai dengan kendaraan. Selesai makan malam kami kembali ke Bitung setelah mengantarkan rekan kantor suami ke Hotel Sintesa Peninsula. Esok harinya kami sudah harus pulang ke Depok tapi sebelum berangkat ke bandara kami masih mencari oleh-oleh khas Manado, klapertart. Salah satu tempat yang direkomendasikan adalah Frangipani di Jl.17 Agustus no.26 Bumi Beringin Manado Telp 0431 3810006. Untuk orang muslim yang ingin membeli klapertart sebaiknya bertanya dahulu ke pihak penjual apakah menggunakan rum atau tidak. Waktu yang tersisa tidak kami sia-siakan, kami kembali lagi ke Danau Tondano untuk makan siang karena memang rekan suami saya belum pernah kesana. Akhirnya perjalanan saya 3 bulan di Bitung dan Manado ditutup dan dengan ini Beautiful North Celebes part 3 selesai. Semoga lain waktu bisa ke sana lagi dan mengunjungi tempat-tempat indah lainnya. Amiinn
selamat datang di Bunaken
pantai bunaken saat surut

pantai bunaken saat surut
pantai bunaken saat surut

pantai bunaken saat surut

bunaken
snorkling berdua <3
here we're - bunaken
pulau bunaken saat pasang
see also :
part 1
part 2

No comments:

Post a Comment