Tuesday, November 4, 2014

Beautiful North Celebes Part 2 - Bitung, Kota Pelabuhan dan Industri

Apa kabar semuanya????
Hari ini saya akan melanjutkan tulisan perantauan saya di part 2, walaupun saya sudah kembali ke Depok tapi ingin aja rasanya share pengalaman saya selama di Sulawesi Utara.
Setelah dijemput oleh suami di Bandara Sam Ratulangi Manado kami melanjutkan perjalanan ke Kota Bitung, sekitar 45 - 60 menit perjalanan dari kota Manado. Kota Bitung berseberangan langsung dengan pulau Lembeh dan merupakan sebuah kota Pelabuhan dan Industri di Sulawesi Utara.
google maps - Kota Manado ke Kota Bitung
Di Kota Bitung terdapat Pelabuhan Samudera Bitung yang merupakan satu-satunya pelabuhan di Sulawesi Utara yang disinggahi kapal - kapal besar dari berbagai wilayah di Indonesia dan sedang berbenah diri menjadi IHP (International Hub Port). Kota Bitung juga terdapat berbagai pabrik seperti, Pabrik Semen Tonasa, Pabrik Pengalengan Ikan (e.g. Sinar Pure Food Indonesia) tempat suami saya ditugaskan, Pabrik Bimoli, dll.


Selama perjalanan menuju penginapan saya melihat pemandangan yang jauh berbeda dari pulau Jawa, begitu meninggalkan daerah bandara pemandangan berubah menjadi daerah pemukiman dan pembukaan daerah baru untuk perumahan, jalan baru, industri dan yang paling mencolok adalah banyaknya gereja yang saya lewati karena memang agama mayoritas di Sulawesi Utara adalah Kristen/Protestan. Masuk ke Kota bitung (ditandai dengan double way) mata dimanjakan dengan begitu bersihnya kondisi Kota Bitung yang bertahun - tahun mendapatkan penghargaan Adipura dari pemerintah.


Wisma Pelaut Internasional
Di Kota Bitung saya menginap di Wisma Pelaut Internasional yang terletak di Kel Pakadoodan Lingk II, Pakadoodan, Bitung Tengah. Walaupun tempatnya kecil tapi sudah dilengkapi dengan kolam renang dan gedung pertemuan, menurut cerita suami saya dulu Wisma Pelaut merupakan penginapan tujuan para pelaut baik dalam dan luar negeri bila berlabuh di Kota Bitung. Rate yang diberikan berkisar Rp. 375.000,-per malam tetapi syukurlah karena suami sudah lama menginap di tempat ini kami mendapat harga spesial dan menginap di salah satu bungalow yang disediakan.



Yang menarik dari Kota Bitung adalah transportasi angkotnya yang berbeda dengan yang ada di Depok. Tempat duduk penumpang tidak menghadap menyamping tetapi lurus ke depan , mobil yang digunakan juga bervariasi yang kemudian dimodifikasi menjadi angkot dengan berbagai hiasan unik di seperti lighting di bawah body, berwarna biru dan mempunyai tanda di atap mobil seperti taksi bertuliskan 'angkot'.  Angkot di Kota Bitung selalu berjalan kencang, full musik dan volumenyapun maksimal, seringkali saat angkot lewat didepan wisma saya masih bisa mendengar dentum lagunya dari dalam kamar dan yang paling menyenangkan adalah kita bisa minta antar ke alamat tujuan walaupun masuk ke dalam gang kemungkinan angkot di Kota Bitung tidak mempunyai trayek khusus. Angkot di Kota Bitung bertarif Rp.2.500,-.
Angkot Disko Kota Bitung

Untuk urusan makan saya dan suami agak harus pilih - pilih karena banyak tempat makan yang menyediakan menu babi sebgai makanannya, cara yang terbaik untuk muslim sebelum makan di tempat - tempat makan adalah bertanya apakah makanan yang disediakan halal, atau bisa melihat di tempat makan tersebut apakah ada tulisan halal yang tercantum,. Beberapa tempat favorit mkan saya di Kota Bitung antara lain,

Bakso di sebelah Rumah Karaoke Cipta Rasa
Bakso ini merupakan bakso kaki lima dengan menggunakan tenda di trotoar, berada di sebelah Rumah Karaoke Cipta Rasa dan di seberang pabrik Bimoli memuatnya mudah ditemukan. 1 Porsi bakso tenis berharga Rp.15.000,-. Di sepanjang jalan itu juga terdapat macam - macam makanan seperti gorengan, sate, maupun lalapan khas jawa.Bakso ini nuka mulai sore hari.

Bakso Solo Ojo Lali
Bakso ini ada tepat di seberang Kantor Pelni Bitung dan menggunakan bangunan permanen dan sudah buka mulai siang hari. Bakso Ojo Lali merupakan bakaso yang cukup populer karena pengunjung tak pernah sepi, apalagi waktu malam hari, bahkan sering pengunjung harus antri terlebih dahulu sebelum menikmati baksonya.

Kuliner Pasar Tua
Tempat ini adalah favorit saya untuk makan, di Pasar Tua banyak sekali tempat makan umumnya adalah seafood, beberapa gerobak malabar (martabak telur) dan gorengan, ada juga tempat makan chinesse halal. Pasar Tua terletak di sebelah barat Pelabuhan Samudera Bitung, sangat mudah di akses dengan kendaraan pribadi maupun angkot. Untuk yang membawa kendaran wajib masuk melalui pintu timur untuk membayar uang parkir dan keluarnya melalui pintu barat. Tempat makan rekomendasi saya di Pasar Tua adalah Rumah Makan Padang Mutiara Minang, yang terletak jalan barat sisi timur jalan. dengan warna cat pink dan ungu. Rumah makan ini ramai pengunjung terutama pukul 7 -8 malam.Selain menjual aneka makanan padang rumah makan ini juga menjual aneka seafood yang rasanya tak akan mengecewakan. Dari sekian banyak ikan yang disediakan saya sangat menyukai ikan Tude bakar, rasanya sangat match dengan sambal dabu, tumis kangkung, dan kemangi. Saya sudah mencoba beberapa ikan, semuanya enak tapi entah kenapa saya sangat menyukai menu ikan Tude. Untuk harganya sebanding dengan rasanya, mungkin yang sedikit mahal adalah harga minumannya.

Ikan segar di Mutiara Minang

Paket Ikan Tude Bakar
Ikan Mubara Bakar

Kepiting Saus Padang


Cah Kangkung Campur Bunga Pepaya


see also :
part 1
part 3




Monday, November 3, 2014

DIY Souvenir Pernikahan - Kipas Jepang

Waktu mempersiapkan acara pernikahan 7 bulan lalu saya sempat kebingungan soal souvenir, maklum budgednya diminimalisir untuk keperluan yang lain . Sebagai bride wanna be (hehe..) pastilah saya ingin acara pernikahan saya sukses dan dari dulu saya punya keinginan untuk membuat souvenir pernikahan saya sendiri tapi masih bingung ingin yang seperti apa dan akhirnya saya memilih kipas jepang sebgai souvenir pernikahan saya. Selain mudah dan cepat saya ingin nantinya tidak hanya dibuat sebagai pajangan saya atau malah dibuang, saya ingin souvenir itu bisa dipakai.

kipas jepang
Saya membeli kipas jepang di distributor souvenir pernikahan secara online di bosouvenir. Disitu menyediakan aneka souvenir dengan harga grosir. Saya sangat terbantu karena pelayanan cepat dan segala saran yang diberikan tentang proses pengirimannya. Dari Bosouvenir saya membeli kipas jepang dan pembungkus dari tile.









Kemudian tambahannya saya mendesain kartu ucapan dan dicetak di kertas foto glossy. Hasilnya memuaskan daripada hasil cetakan toko souvenir yang kadang - kadang buram. Lubangi ujungnya dengan pervorator sebagai tempat memasukkan pita.Pada pembungkus tile bisanya terdapat pita kecil untuk menyerut tile supaya tertutup, pada pembuatan souvenir ini pita tersebut saya potong dan sebagai pengikat dan  pemanis souvenir saya memberikan pita yang cukup besar di bagian ujung souvenir. Selama 4 ahri saya bisa menyelesaikan 600 buah souvenir dan tentu saja untuk biaya pembuatannya jauh lebih murah jika saya lakukan sendiri. Biasnya souvenir kipas harganya berkisar Rp. 5000,- per biji keatas sedangkan total biaya yang saya keluarkan perbuah Rp.3.500,-.
Tentunya tergantung pada masing - masing orang apakan akan menggunakan jasa pembuat souvenir atau membuatnya sendiri. Pengalaman saya membuat souvenir pernikahan sendiri itu sangat menyenangkan karena bisa untuk meminimalisir stress selama mempersiapkan pernikahan apalagi dibantu oleh keluarga tercinta.

pita
desain kartu ucapan

kartu ucapan hasil print di printer biasa
 
souvenir kipas jepang

penataan souvenir kipas agar ujungnya tetap rapi


Bakmi GM Margo City Depok

Kangen sama bakmi yang satu ini, udah 4 bulanan ngak makan. Sabtu kemarin setelah dari rumah sakit buat check up, saya dan suami mencoba untuk jalan - jalan sebentar. Setelah jalan - jalan ke ITC Depok dan Depok Town Square untuk membeli perlengkapan kerja suami kami berdua pergi ke Margo City di Jl.Margonda Raya Depok yang lokasinya berseberangan dengan Depok Town Square (Detos).
Sebenarnya bisa saja kami berdua makan siang di ITC Depok atau Detos tapi entah kenapa tiba-tiba saya kepingin banget makan bakmi GM. Yang belum tau bisa nih dilihat disini.
Di Margo City gerai Bakmi GM ada di Food Court lantai 2, dekat eskalator tengah atau bisa naik lift ke lantai 2, setelah naik lift bakal keliatan gerai Bakmi GM yang selalu ramai pengunjung.
Gerai Bakmi GM Margo City Depok

Disana kami langsung melakukan pemesanan, saya seperti biasanya memesan bakmi ala GM sedangkan suami melakukan sedikit eksperimen dengan memesan bakmi capcay dan pangsit goreng isi 5, sedangkan untuk minumnya kami memilih lemon iced tea. Setelah membayar dan menunggu pesanan saya selesai namun punya suami masih menunggu agak lama lagi.
Rincian harganya sebagai berikut (harga di struk yang kami terima) :
- Bakmi ala GM : Rp. 21.364,-
- Bakmi Capcay : Rp. 30.503,-
- Lemon Iced Tea : @ Rp. 8.182,-
- Pangsit goreng 1/2 porsi (isi 5) : Rp. 12.273,-

And this is it, pesanan kami berdua. Selamat makan ^^
Pesanan pertama, Bakmi ala GM

Bakmi ala GM (sudah dicampur kuah)

Bakmi Capcay (yang ini nyam nyam banget)


Thursday, October 23, 2014

Ayo Berkebun (Let’s Gardening)…!!!!! :D – part 2

Inoe_2797

Bisa dibilang berkebun edisi pertama gagal, inginnya bisa merawat kebun kecilku sampai mereka siap panen, namun apa daya harus ditinggal. Sekarang saya hanya berharap mereka sehat dan bisa survive dengan kondisi dan cuaca di Depok (forgive all..T__T)

Saya mengambil foto-foto mereka beberapa kali,antara lain saat penyemaian, pemindahan media dan ketika saya tambahkan keluarga baru. 2 hari sebelum saya berangkatsaya sudah menanam sawi, selada (yang sebelumnya saya tulis pak choy), kangkung, cabe merah besar, anggrek kultur yang saya beli di Kebun Raya Bogor, lavender dan morning glory yang masih dalam proses semai.

sehari setelah proses semai
sehari setelah proses semai

sayuran sawi setelah 4 hari semai
sayuran sawi setelah 4 hari semai

Inoe_2785
kangkung

Inoe_2784
Sawi dan Selada

Anggrek kultur yang sudah ditanam di media arang. pot dapat dari pak penjual kompos ^^
Anggrek kultur yang sudah ditanam di media arang. pot dapat dari pak penjual kompos ^^

Inoe_2782
Selada sebelum ditanam ulang dengan jarak lebih jauh[/caption]

Inoe_2787
Anggota terbaru, Cabe Merah Besar

Inoe_2795

Beautiful North Celebes Part 1 - Pengalaman Terbang Jakarta – ManadoDengan Garuda Indonesia

Inoe_2807Hampir 2,5 bulan saya dan suami tinggal di Bitung,Sulawesi Utara. Berawal dari pekerjaan suami yang seperti never ending akhirnya sayapun ikut diboyong dari Depok ke Bitung. Saya berangkat sendiri ke Manado dengan tiket yang sudah disediakan, Alhamdulillah nggak keluar uang buat tiket dan dapat pesawat Garuda Indonesia apalagi saya berangkat waktu harga tiket mahal-mahalnya menjelang Hari Raya Idul Fitri, tiket saya untuk berangkat waktu itu seharga 3,4 juta untuk terbang langsung dari Soekarno-Hatta ke Sam Ratulangi. Kala itu adalah pengalaman pertama kali saya naik pesawat dan sangat buta dengan cara mengurus tiket di Bandara.hehehe. Sebagai persiapan sebelum terbang saya browsing cara naik pesawat dan beberapa alternatif cara menuju Bandara Soekarno-Hatta. Ada 3 cara yang saya pikirkan waktu itu, antara lain dengan KRL lanjut taksi, Bus DAMRI Bandara, dan yang terakhir dengan taksi. Setelah berdiskusi dengan suami akhirnya dipilih taksi, karena paling mudah walaupun cukup menguras kantong untuk tarifnya.

Tanggal 25 Juli 2014, selepas sahur dan sholat subuh saya bersiap-siap berangkat. Taksi Blue Bird yang dipesan malam sebelumnya pun sudah stand by didepan rumah. Sebenarnya pesawat saya berangkat jam 11.00 WIB tapi berhubung hari itu adalah puncak mudik lebaran saya nggak mau kalau sampai nanti ikut-ikut terjebak macet dan lebih parah gagal terbang. Pukul 06.05 WIB saya tiba di Bandara Soekarno-Hatta Terminal II, agak bingung liat banyak pintu disana, maklumlah pertama kali menginjakkan kaki disana. Setelah koper diturunkan sama mas sopir dan membayar charge sebesar Rp.220.000,00 dan ditambah tip karena si mas sopir baik banget ngasih segala macam informasi selama perjalanan.

Melihat begitu banyak orang dan pintu saya langsung ngblank harus ngapain, akhirnya ngekor orang baru turun dari taksi dan bertemulah dengan pintu terminal sebelum check-in untuk pemeriksaan pertama. Antri sambil menyiapkan e-ticket dan KTP saya agak heran koq mukanya banyak yang chinese dan asing ya,,, dan ternyata saya salah gate, saya antri di gate dekat penerbangan ke luar negeri. Ya ampun malunya, pantas saja petugas di pintu terminal memandang aneh ke arah saya. Untuk check-in saya harus berjalan jauh mencari counter check-in dan bertemulah dengan counter Garuda Indonesia, plong rasanya. Setelah antri check-in sebentar akhirnya boarding pass ada di tangan, dalam hati girang juga karena akhirnya member Garuda Miles saya otomatis aktif setelah beberapa bulan lamanya mendaftar. Setelah melakukan check-in saya bersiap-siap menuju Boarding Gate, saya berjalan cukup santai saat itu, masih tersisa 4 jam sebelum terbang, melewati lounge-lounge dan gerai-gerai tenant ternama sampai akhirnya tiba di Boarding Gate. 30 menit sbeelum terbang saya sudah berada di boarding room F5 tetapi karena ada perubahan saya dan penumbang lain dipindahkan ke F4. Agak dag dig dug rasanya saat melihat pesawat yang akan saya tumpangi karena pada dasarnya saya agak takut untuk naik pesawat apalagi sendirian seperti ini. Pukul 11.15 WIB terlambat 15 menit dari jadwal penerbangan saya sudah berada di dalam pesawat GA600, mata saya langsung jelalatan melihat isi dalam pesawat mulai dari kursi, nomor duduk yang terletak di bagasi kabin sampai isi dari kantong dbelakang kursi pesawat, juga monitor semi touchscreen yang akhirnya menemani perjalanan saya dengan segala game, lagu, informasi dan film-filmnya.

Setelah beberapa pramugari memberikan petunjuk keselamatan pesawat yang saya tumbangi tinggal landas. Tegang, takut, tapi juga ingin tahu jadi satu dalam diri saya. Setiap keluar pikiran negatif langsung saya hapus dengan sholawat dan doa agar perjalanan saya lancar. Rasa tegang dan keringat dingin yang keluar langsung hilang saat pesawat yang saya tumpangi berada di angkasa. Subhanallah, hilang sudah rasa takutnya, dan ketakutan saya akan pesawat ternyata tidak seburuk yang saya kira, nyaman ternyata.hehehe

Pengalaman pertama naik pesawat ini bernilai positif bagi saya apalagi dengan pelayanan Garuda yang bisa saya beri 2 jempol, mulai dari counter check-in hingga pelayanan di dalam pesawat. Mbak – mbak pramugari juga sangat ramah dalam memberi pelayanan, jika dilihat seragam yang dipakai sangat Indonesia, cantik dan anggun. Beberapa saat setelah tinggal landas para pramugari mulai membagikan roti manis, kemudian bergiliran menawarkan minum dan kemudian membagikan makanan dengan pilihan antara ayam atau ikan. Karena saya sedang puasa saya meminta plastik untuk membawa makanan tersebut untuk dimakan saat berbuka. Setahu saya hanya Garuda Indonesia yang menyediakan makanan dan minuman gratis untuk penumpangnya dan memang harga tiket Garuda Indonesia yang terbilang tinggi sepadan dengan pelayanan yang diberikan. Selama 3,5 jam perjalanan saya habiskan untuk mengambil foto pemandangan di luar pesawat, tracking perjalanan, memainkan beberapa game dari monitor didepan saya. Monitor otomatis dimatikan ketika pesawat akan landing dan Alhamdulillah pesawat dengan sangat mulus mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado. Walaupun bertaraf internasional, bandara ini cukup mungil dibandingkan dengan Bandara Soekarno-Hatta. Disana saya sudah ditunggu oleh suami untuk perjalanan ke Bitung, Kota pelabuhan di selatan Manado.

IMG-20140725-WA0001 IMG-20140725-WA0002 IMG-20140725-WA0004a Inoe_2799 Inoe_2800 Inoe_2803 Inoe_2804 Inoe_2809 Inoe_2811 
see also :
part 2
part 3

Tuesday, September 23, 2014

Hello World... (after 3 month hibernate)

Hii everyone, how are you today???
Finally bisa publish post baru setelah 3 bulan vakum. Post terakhir saya tentang jalan - jalan ke Bogor sebelum puasa ramadhan. Sebenarnya selama beberapa bulan terakhir bayak sekali yang ingin saya ceritakan mulai dari uji coba resep - resep baru, cerita berkebun saya yang belum sampai jilid 2, dan latihan saya dalam belajar desain grafis. Tapi selama bulan puasa lalu saya (mungkin) terlalu disibukkan dengan rasa galau yang melanda karena ditinggal suami dinas di Bitung, Sulawesi Utara dan juga kemalasan yang menyerang saat belajar desain grafis.hehehe

Cerita bulan puasa done, sekarang masuk lebaran dan life after lebaran. You know what? saya nggak mudik lebaran ke Lumajang tahun ini (so sad T.T). H-3 Lebaran saya dikirim oleh suami ke Bitung alhasil sayang berlebaran pertama kali bersama suami nun jauh di Sulawesi Utara dan harus berangkat sendiri pula. Benar - benar perjalanan yang subhanallah dan Allahuakbar karena kali pertama saya naik pesawat dan dengan jarak tempuh yang jauh pula (Jakarta - Manado menempuh waktu ± 3,5 jam) tetapi post kali ini saya belum bisa cerita soal Bitung, tunggu next post ya...

Karena saya masih bingung harus memulai dari mana cerita kali ini, saya putuskan untuk upload dulu foto - foto hasil masakan dan untuk detailnya di next post ya,,^^. Btw sudah 2 bulan lebih di Bitung saya agak khawatir dengan kondisi kebun mungil saya, terakhir ambil 2 hari sebelum terbang dengan jumlah pot lebih dari 20 buah. semoga mereka sehat dan menyambut mommy saat pulang ke Depok.

Untuk mengantar keberangkatan suami ke Bitung saya memasak Cumi Goreng Tepung, Saus Pedas Manis dan Tumis Buncis Teri. Saus Pedas Manis saya beri tambahan sayur seperti wortel dan bunga kol agar lebih bergizi. 2 Masakan selanjutnya merupakan masakan terakhir sebelum saya malas untuk memasak.hehehehe.
Cumi Goreng Tepung
Cumi Goreng Tepung

Saus Asam Pedas ( pelengkap Cumi Goreng Tepung)
Saus Asam Pedas ( pelengkap Cumi Goreng Tepung)

Tumis Buncis Teri (my fav food)
Tumis Buncis Teri (my fav food)


Tempe Campur Tuna
Tempe Campur Tuna


Terong Balado
Terong Balado

Monday, June 30, 2014

Let's get Lost in Bogor Botanic Garden ^^

21
Haii Haii Haiii,, I did something fun yesterday...

Lagi kesepian dirumah gara-gara suami dinas keluar pulau ( TT,TT ), diem dirumah sama nunggin tanaman udah berasa boring, pengen jalan-jalan (beneran jalan) ketempat yang ademmm dan yup,, pergi ke Bogor kayaknya asik tuh,,
Call temen kantor dulu (namanya mbak Lina) yang sekarang kerja di Bogor, pengennya ditemenin sekalian kangen-kangenan.hihihiihi.. dan hasilnya berangkatlah sabtu kemarin ke Bogor. Perjalanan dari Stasiun UI ke Stasiun Bogor memakan waktu normal ±40 menit , kondisi kereta kemarin lumayan sepi dan tumben-tumbenan bisa tempat duduk. Cukup kaget pas nyampe Stasiun Bogor, nggak kayak stasiun yang di Jakarta kayaknya sih abis di renov (dunno sih, kan baru stay 2 bulan di Depok). Model stasiunnya terbuka and material bangunanya sama kayaknya kayak haltenya transJ. Untuk ramenya mirip manggarai, rame abis mungkin karna lagi liburan sih,,,

Nungguin mbak Lina yang kena macet lumayan dah senam leher liatin orang lalu - lalang dari orang pribumi sampe mas and mbak bule yang bawa ransel gede-gede. Abis ketemu, cipika - cipiki bentar kita berangkat ke Kebun Raya Bogor (Yeeeyyyy,, 1st time kesana) naik angkot no.02 seharusnya turun depan gerbang utamanya  tapi berhubung macet sama pak angkotnya kita diturunin dipertigaan sebelahnya museum zoologi (masuk komplek Kebun Raya Bogor). Abis jalan sekitar 5 menit sampailah kita di gerbang utama. Taraaa.... ngeliatnya adem banget. Pintu masuk buat pengunjung yang jalan kaki bentuknya seperti gapura sebelahan sama yang bawa kendaraan berbentuk gerbang tinggi biasa, abis beli tiket masing - masing Rp. 14.000,00 ( saya ditraktir, dengan sedikit ngrayu sih,hihihi..) kita langsung turun ke lokasi dan srenngggg... hawanya seger banget and this is it, hasil jalan - jalan yang beneran jalan di Kebun Raya Bogor.

Stasiun Bogor
Stasiun Bogor

[20
Gerbang masuk utama


15
mbak Lina, you look so small




14 Orchid in Griya Anggrek Hall[/caption]

18 13 12 7 8 9 10 5 3 19Kemarin sempet beli anggrek, sempet bingung milih antara yang udah berbunga atau yang masih didalam botol (pakai metode kutur jaringan), setelah dipikir - pikir akhirnya beli yang di botol karena takut aja selama dijalan malah rusak (saya orangnya cukup clumsy) and jadi melting sama tulisan di rak display. Lupa sama kata - katanya tapi intinya kita di ajak untuk adopt itu anggrek sebagai upaya pelestarian anggrek di Indonesia. Harga untuk anggrek yang udah dewasa (berbunga) dimulai dari harga Rp. 55.000,00. Untuk yang Orchid in Jar Rp. 50.000,00, anggrek muda yang udah ditanam & packagingnya imut banget kayak souvenir nikahan Rp. 30.000,00. Ada juga kantung semar yang masih kecil dihargain Rp.20.000,00 yang ini lebih imut lagi soalnya dimasukin ke tabung kecil.

Pas pulang dapat kereta yang almost kosong,hay hay... nyaman banget rasanya. Selama journey kemarin masih banyak sih spot yang belum dikunjungin plus ambil foto kayak jembatan merah, istana bogor, dll.Kebanyakan kemarin ambil foto di Griya Anggrek doank .Next klo kesana lagi dokumentasinya bakalan lebih dilengkapi lagian kemarin udah berhasil ngrayu suami juga buat kesana,hehhe

Okay, next report for Bogor Botanic Garden is coming soon ^^<3